Duka dan Doa: Solidaritas Pengawas Pendidikan Batam dalam Menyambut Ujian Hidup

 

Pada 25 September 2024, grup WhatsApp Pengawas Pendidikan Batam dipenuhi dengan doa dan harapan bagi kesembuhan Pak Amrilyadi, Kepala SMPN 14 Batam, yang mengalami kecelakaan motor. "Semoga diberikan kesembuhan," ujar Enang Munandar, S.Pd.I., M.Pd, mengawali percakapan yang penuh empati dan doa untuk kesembuhan beliau.

Tak lama setelahnya, beberapa anggota grup turut menyampaikan doa yang serupa, seperti Noperlinda yang berharap Pak Amrilyadi segera sembuh dan kembali beraktivitas, diikuti dengan ucapan serupa dari Hendri Naldi Pengawas SMP. "Semoga lekas sembuh Pak Amrilyadi, Aamiin," tulis Hendri, memperlihatkan kekompakan dan kepedulian yang kuat di antara rekan-rekan sejawat.

Pada pukul 08.15, Subandiah dari Dinas Pendidikan turut menyampaikan harapan serupa, “Semoga Pak Amrilyadi segera pulih dan dapat beraktivitas kembali... aamiin,” menambahkan semangat yang menyatukan anggota grup dalam doa bersama. Anggota lainnya seperti Bu Mila, Fitri Agusrini, dan Henri, semuanya tak kalah antusias menyampaikan doa untuk kesembuhan beliau.

Sementara itu, meskipun sebagian anggota menyampaikan doa tanpa menyertakan media, pesan tetap mengalir dengan harapan yang tulus. Wiwit, salah satu pengawas, juga tak ketinggalan mengirimkan doa untuk kesembuhan Pak Amrilyadi, menunjukkan bahwa solidaritas di grup ini tak hanya terbatas pada informasi formal saja, melainkan juga pada empati terhadap sesama.

Pada 30 September 2024, grup WhatsApp kembali dipenuhi kabar duka yang mendalam. Bu Mila, salah satu pengawas, mengabarkan bahwa Ibu dari Hendri Naldi, Pengawas SMP, telah meninggal dunia pada pagi itu. "Innalillahi wainnailaihi rojiuun, telah berpulang ke Rahmatullah ibu Muslimah binti Sahylan ibu dari Pak HENDRI NALDI," tulis Bu Mila dengan penuh rasa haru. Kabar ini disertai doa bersama agar almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Reaksi cepat pun datang dari para anggota grup. "Semoga semua amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT," tulis salah satu anggota, diikuti oleh doa lainnya yang mengalir, seperti yang disampaikan oleh Pak Irwansyah Munthe, yang turut berdoa agar almarhumah mendapatkan husnul khatimah. Ungkapan serupa juga datang dari Kamaliah dan beberapa anggota lainnya, menambah kekuatan doa dalam menghadapi ujian ini.

"Turut berdukacita. Semoga Pak Hendri Naldi dan keluarga tabah," tulis Parange Humisar, menguatkan pesan empati dan doa yang sudah disampaikan sebelumnya. Semangat kebersamaan dalam berduka menjadi penanda kuatnya ikatan yang terjalin antara anggota grup ini.

Kabar duka ini mengingatkan kembali bahwa meskipun grup ini dipenuhi dengan urusan pekerjaan dan tanggung jawab pengawasan pendidikan, para anggotanya tetap saling mendukung dalam hal-hal yang lebih besar seperti kehilangan dan ujian hidup. Dukungan yang diberikan bukan hanya dalam bentuk doa, tetapi juga dengan kata-kata yang penuh semangat dan harapan.

Pada saat yang sama, ada informasi lainnya yang disampaikan dalam grup mengenai pelaksanaan kegiatan administratif. Beberapa pesan mengingatkan anggota untuk segera melunasi biaya pendaftaran untuk kegiatan yang akan datang, menunjukkan bahwa meskipun dalam suasana duka, tugas dan tanggung jawab tetap berjalan.

Selang beberapa hari, Sekolah Model Batam 37 Bahrun KoordWas mengirimkan pengingat terkait kegiatan rutin yang akan dilaksanakan, meskipun percakapan dalam grup masih dikuasai oleh doa dan harapan bagi Pak Amrilyadi dan Pak Hendri. Meskipun berbagai informasi administratif dan rutinitas disampaikan, tak seorang pun melupakan pentingnya berbagi rasa duka dan harapan bagi kesembuhan atau ketabahan.

Kegiatan rutin dan agenda-agenda yang diatur untuk para pengawas pendidikan di Batam tetap menjadi bagian dari percakapan grup, namun solidaritas yang terjalin dalam setiap doa menunjukkan bahwa semangat untuk bekerja sama lebih besar daripada hanya sekadar menjalankan tugas.

Pada akhir bulan September, kegiatan apel pagi yang dijadwalkan pada 30 September 2024 juga disampaikan dalam grup, dengan pengingat bahwa kehadiran tepat waktu sangat penting. Pengingat ini menggambarkan bahwa meskipun kehidupan pribadi dan duka mengisi ruang hati, kewajiban profesional tetap harus diutamakan.

Pada akhirnya, grup WhatsApp Pengawas Pendidikan Batam menjadi bukti nyata bahwa dalam dunia pendidikan, lebih dari sekadar menjalankan tugas, yang terpenting adalah empati dan dukungan yang kita berikan satu sama lain. Sebagai komunitas yang saling menjaga, mereka menunjukkan bahwa meskipun diuji dengan berbagai cobaan, semangat untuk berbagi, bekerja sama, dan mendukung selalu menjadi hal yang tak bisa dilupakan.

Post a Comment

0 Comments