Kolaborasi dan Dukungan Pengawas Pendidikan Batam: Kisah Keberlanjutan dan Empati di Tengah Tugas

 Pada 17 September 2024, berbagai informasi penting mengalir dalam grup WhatsApp pengawas pendidikan Kota Batam. Salah satu pesan yang mencuat adalah mengenai partisipasi pegawai dalam rangka Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ke-22. Surat Edaran yang diterima oleh para pengawas mengingatkan untuk melaksanakan acara tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Di tengah aliran informasi tersebut, grup WhatsApp juga diwarnai dengan kabar duka yang disampaikan oleh Sekolah Model Batam 37 Bahrun, mengenai wafatnya istri dari Pak Nur Efendi, guru di SDN 008 Galang. Berita ini segera disambut dengan penuh empati oleh anggota grup, yang mengirimkan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.


Pesan doa dan dukacita terus mengalir dalam grup. "Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun," menjadi kalimat yang mengiringi ungkapan rasa kehilangan yang mendalam. Banyak anggota yang memberikan doa untuk keluarga yang ditinggalkan, berharap agar diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Sementara itu, informasi terkait kegiatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau tetap berjalan. Surat Edaran yang berkaitan dengan acara tersebut terus disebarkan, dan pengawas serta pegawai diminta untuk hadir dan berpartisipasi sesuai dengan ketentuan yang ada.

Pada 18 September 2024, Sekolah Model Batam 37 Bahrun kembali menyampaikan informasi penting bahwa jenazah almarhumah telah dikebumikan di Pulau Karas. Pesan ini turut mengingatkan seluruh anggota grup untuk tetap mendoakan almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

"Semoga iman Islamnya diterima Allah SWT," ujar banyak anggota grup, menunjukkan betapa eratnya hubungan yang terbentuk antara pengawas dan guru di Batam. Sebagai sesama pendidik, mereka saling mendukung dalam keadaan apapun.

Namun, tidak hanya tentang peristiwa duka dan kegiatan pemerintahan, grup ini juga menjadi ruang untuk berbagi informasi seputar dunia pendidikan. Pada 21 September 2024, para pengawas membahas pelatihan penguatan pengawas sekolah yang berlangsung di Batam. Pardomuan Sitanggang membagikan link materi pelatihan tersebut, memberikan kesempatan bagi semua anggota grup untuk belajar dan berkembang bersama.

Tindak lanjut dari pelatihan tersebut kembali mengarah pada pertemuan penting lainnya. Pada 23 September 2024, Sekolah Model Batam 37 Bahrun mengingatkan semua pengawas untuk hadir dalam apel pagi yang dijadwalkan pada pukul 07.10 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas penting dalam menjaga kedisiplinan dan kekompakan di antara pengawas pendidikan di Batam.

Selain itu, pada 25 September 2024, grup WhatsApp kembali dikejutkan oleh kabar kecelakaan yang dialami oleh Pak Amrilyadi, Kepala SMPN 14 Batam. Dalam pesan yang disampaikan, diberitakan bahwa Pak Amrilyadi mengalami kecelakaan motor yang cukup serius, dengan patah tulang rusuk dan pendarahan di paru-paru. Sekolah Model Batam 37 Bahrun mengajak seluruh anggota grup untuk bersama-sama mendoakan kesembuhan beliau.

"Sama-sama kita berdoa untuk kesembuhan Pak Amrilyadi," ujar para anggota grup, menunjukkan solidaritas yang tinggi di antara mereka. Doa dan harapan untuk kesembuhan Pak Amrilyadi menjadi bentuk nyata dari kepedulian dan empati yang terjalin dalam grup WhatsApp ini.

Grup ini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi informasi tentang tugas-tugas pengawas pendidikan, tetapi juga tempat untuk saling mendukung dalam setiap peristiwa, baik yang menggembirakan maupun yang menyedihkan. Di dalamnya tercermin semangat kolaborasi yang kuat, serta rasa empati yang mendalam di antara sesama pengawas dan guru.

Selama seluruh percakapan ini berlangsung, terbentuklah sebuah komunitas yang saling menguatkan dan mendukung, tidak hanya dalam tugas pendidikan, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Melalui grup WhatsApp ini, para pengawas pendidikan di Batam terus memperlihatkan dedikasi mereka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, serta saling berbagi dalam setiap langkah perjalanan mereka.

Post a Comment

0 Comments