Peresmian Tugu Raja Sitanggang: Simbol Kebersamaan dan Warisan Budaya
Pangururan, Samosir - Setelah melalui berbagai persiapan dan perjuangan panjang, peresmian Tugu Raja Sitanggang akhirnya akan segera dilaksanakan. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh pomparan (keturunan) Raja Sitanggang di seluruh penjuru tanah air.
Panitia Peresmian Tugu Raja Sitanggang telah bekerja keras memastikan kelancaran acara yang akan menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya marga Sitanggang. Sebagai bagian dari persiapan, berbagai sektor dan komunitas telah berpartisipasi dalam penggalangan dana serta kontribusi moral dan material.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai pesan di grup WhatsApp komunitas Raja Sitanggang menunjukkan antusiasme tinggi dari para anggota. Diskusi mengenai kesiapan panitia, penggalangan dana, hingga partisipasi aktif dari berbagai sektor menjadi topik utama yang dibicarakan.
Berdasarkan rekap proposal penggalangan dana yang dibagikan dalam grup komunitas, sejumlah sumbangan telah diterima dari berbagai keluarga yang berpartisipasi. Total dana yang terkumpul mencapai Rp4.000.000 dari berbagai donatur yang tersebar di berbagai wilayah.
Selain sumbangan dari masyarakat umum, beberapa tokoh penting juga turut berkontribusi, termasuk anggota DPRD Samosir, Pantas Limbong, yang ikut mendukung acara ini. Hal ini menunjukkan tingginya rasa persatuan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah marga Sitanggang.
Persiapan teknis acara peresmian tugu terus dimatangkan oleh panitia. Salah satu agenda penting yang akan dilaksanakan adalah "sukkun sajabu", yaitu pertemuan adat untuk membahas detail terakhir sebelum hari peresmian. Panitia pembangunan, panitia peresmian, serta pengurus pusat dan bonapasogit akan terlibat dalam rapat ini.
Para pengurus komunitas juga menegaskan bahwa peresmian tugu ini bukan hanya tentang mendirikan monumen, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghormati leluhur.
Dukungan terhadap acara ini tidak hanya dalam bentuk dana, tetapi juga melalui penyebaran informasi dan dokumentasi di berbagai platform media sosial. Beberapa anggota komunitas mengusulkan agar peresmian ini dapat disiarkan secara langsung di YouTube agar seluruh pomparan Raja Sitanggang yang tidak bisa hadir tetap bisa menyaksikan momen bersejarah ini.
Meskipun ada berbagai tantangan dalam proses pembangunan dan peresmian tugu ini, semangat gotong-royong dan kebersamaan dari seluruh komunitas terus menjadi pendorong utama keberhasilan proyek ini. Salah satu anggota komunitas menyatakan bahwa acara ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi di antara sesama keturunan Raja Sitanggang.
"Mari kita dukung dengan doa, kehadiran, dan partisipasi kita. Apa pun dan berapapun yang kita sumbangkan pasti akan menolong panitia dalam melancarkan acara ini," ujar salah satu pengurus komunitas dalam pesan yang dibagikan di grup WhatsApp.
Selain itu, panitia juga berharap agar masyarakat sekitar Samosir dapat ikut serta dalam menyukseskan peresmian ini. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk datang, menyaksikan, dan merayakan bersama, karena tugu ini adalah bagian dari sejarah dan warisan budaya yang harus dijaga bersama.
Dengan semakin dekatnya hari peresmian, panitia mengimbau kepada seluruh anggota komunitas untuk tetap solid dan mendukung kelancaran acara ini dengan semangat persaudaraan. Mereka berharap, dengan adanya tugu ini, generasi mendatang dapat terus mengenang dan melestarikan adat serta sejarah leluhur mereka.
"Semoga panitia peresmian dan semua yang terlibat diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menyukseskan acara ini. Tuhan memberkati kita semua," tulis salah satu anggota komunitas dalam pesan penutupnya.
Acara peresmian Tugu Raja Sitanggang ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol fisik dari keberadaan marga Sitanggang, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa persatuan dan kebersamaan tetap terjaga di tengah masyarakat modern saat ini.
.jpg)
0 Comments
Terimakasih