Punguan Raja Sitanggang Gelar Diskusi dan Pembangunan Tugu di Samosir


Samosir, 16 November 2024
- Keluarga besar Punguan Raja Sitanggang mengadakan diskusi dan koordinasi terkait pembangunan tugu yang menjadi simbol kebersamaan dan sejarah leluhur di Kabupaten Samosir. Diskusi ini berlangsung di berbagai kanal komunikasi, salah satunya melalui grup daring yang mempertemukan anggota punguan dari berbagai daerah.

Dalam percakapan yang berlangsung, berbagai tokoh menyampaikan pendapat mengenai lokasi dan urgensi pembangunan tugu. Salah satu peserta diskusi, St. Nurdin Sitanggang dari Jakarta, membagikan beberapa gambar terkait tugu dan lahan yang telah dipersiapkan untuk proyek ini. Beberapa anggota menyampaikan pendapat bahwa pembangunan tugu harus melibatkan semua pomparan Raja Sitanggang agar lebih inklusif dan mewakili seluruh keturunan.

Beberapa diskusi mencerminkan adanya perbedaan pendapat terkait mekanisme pembangunan dan keterlibatan setiap keturunan. Salah satu tokoh, AS, menegaskan bahwa pembuatan tugu harus dilakukan dengan kesepakatan bersama agar tidak menimbulkan perpecahan di antara keturunan Raja Naiambaton. Para peserta diskusi pun sepakat untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut guna mencari solusi terbaik.

Selain membahas pembangunan tugu, terdapat pula informasi mengenai kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh komunitas Punguan Raja Sitanggang. Salah satunya adalah penyediaan shuttle bus gratis bagi warga yang ingin menyaksikan Aquabike Jetski Championship di Samosir. Inisiatif ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat karena mempermudah akses transportasi bagi warga yang ingin menikmati acara tersebut.

Dalam diskusi ini, beberapa anggota juga membahas pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah yang diwariskan oleh leluhur. Mereka menekankan bahwa pembangunan tugu bukan sekadar sebuah monumen, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu dan pengingat bagi generasi mendatang tentang asal-usul mereka.

Pdt. Freddy Sitanggang turut serta dalam diskusi ini dan memberikan dukungan terhadap inisiatif pembangunan tugu. Ia menekankan pentingnya membangun rasa persatuan di antara seluruh pomparan Raja Sitanggang agar tujuan bersama dapat tercapai dengan baik. Ia juga mengajak seluruh anggota punguan untuk tetap menjaga keharmonisan dalam setiap keputusan yang diambil.

Pada kesempatan lain, beberapa anggota Punguan Raja Sitanggang dari berbagai daerah turut mengirimkan donasi untuk pembangunan tugu. Ir. Jonni Sitanggang dari Medan melaporkan adanya donasi rutin yang terus mengalir dari para anggota, termasuk dari Provet Sitanggang di Sidikalang. Dana yang terkumpul digunakan untuk melanjutkan proyek pembangunan agar dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, dalam rangkaian diskusi ini, juga terdapat ucapan terima kasih dari keluarga besar Op. Manompi kepada seluruh anggota punguan atas dukungan moral dan material dalam prosesi pemakaman orang tua mereka, Ibu Rosnawati Sihaloho, di Desa Buhit, Kecamatan Pangururan, Samosir. Mereka berharap agar kebersamaan yang telah terjalin dalam punguan ini semakin erat dan terus berlanjut.

Dalam sesi diskusi berikutnya, beberapa anggota mengusulkan agar diadakan pertemuan khusus di Gedung Manihuruk, Parbaba, untuk membahas lebih lanjut terkait tugu dan berbagai agenda penting lainnya. Usulan ini disambut baik oleh sebagian besar anggota, mengingat diskusi daring dinilai kurang efektif untuk membahas secara mendalam berbagai aspek teknis pembangunan.

Selain itu, beberapa peserta juga menyampaikan refleksi mengenai peran Punguan Raja Sitanggang dalam menjaga budaya Batak serta memperkuat persaudaraan antar anggota. Dalam diskusi ini, disampaikan pula ajakan untuk beribadah bersama dan memperkokoh keimanan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Pada hari berikutnya, tanggal 17 November 2024, diskusi masih berlanjut dengan suasana yang lebih santai. Beberapa anggota mengirimkan ucapan selamat hari Minggu serta kutipan ayat-ayat Alkitab yang memberikan semangat kepada seluruh anggota punguan. Pdt. Timbul Sitanggang mengingatkan seluruh anggota untuk tetap teguh dalam iman dan menjalani hidup dengan penuh kasih dan persaudaraan.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan seluruh pomparan Raja Sitanggang dapat mencapai kesepakatan yang solid terkait pembangunan tugu, serta semakin mempererat tali persaudaraan. Punguan ini terus berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Horas! Mauliate! Tuhan memberkati.

Post a Comment

0 Comments