Pada tanggal 15 Desember 2024, diskusi antar pengawas di grup WhatsApp semakin intensif dengan berbagai pembahasan penting yang mencakup kegiatan dan instruksi terkait. Salah satu topik yang dibahas adalah pertandingan sepak bola antara Indonesia dan Vietnam yang dijadwalkan untuk berlangsung pada pukul 20.00. Pak Heri, seorang pengawas SMP, membagikan link pertandingan tersebut, yang memicu antusiasme anggota grup yang sangat mendalami dunia olahraga.
Tak hanya itu, pada keesokan harinya, 16 Desember 2024, Djumadi, seorang pengawas di Sagulung, membagikan instruksi mengenai pakaian yang akan digunakan dalam kegiatan yang berlangsung pada tanggal 16 hingga 20 Desember 2024. Hal ini menambah nuansa formalitas dalam grup tersebut, mengingat perlunya mengenakan baju melayu sesuai dengan perintah yang diberikan. Meskipun sempat ada kebingungannya, Wiwit, pengawas Batam, mengonfirmasi bahwa tidak ada perintah yang tertulis untuk itu.
Namun, meski begitu, Pak Heri menegaskan bahwa jika ada instruksi tertulis, maka mereka harus mengikuti perintah tersebut. Diskusi ini berlanjut dengan pembahasan mengenai apel pagi yang diadakan pada 16 Desember 2024 di kantor dengan jadwal yang telah ditentukan pada pukul 07.10 WIB. Hal ini ditujukan untuk memastikan semua peserta hadir tepat waktu. Pengumuman tersebut juga dilengkapi dengan file surat edaran yang menyertakan berbagai petunjuk penting.
Beberapa anggota grup juga mulai berbagi informasi terkait pengawas yang sedang cuti atau dinas luar. Daftar pengawas yang sedang tidak hadir diposting oleh Sekolah Model Batam, seperti Hendri Kurniawan, Fitri, dan Kultsum yang sedang cuti, sementara pengawas lainnya sedang melakukan dinas luar. Ini memberi gambaran yang jelas mengenai siapa saja yang tersedia di kantor pada saat itu.
Di tengah pembahasan kegiatan administratif, Pak Darsudi juga menyempatkan diri untuk berbagi informasi mengenai objek wisata di Batam. Ia membagikan beberapa gambar menarik yang memperlihatkan keindahan beberapa tempat wisata yang bisa direkomendasikan. Ini menambah warna dalam percakapan dan menunjukkan keinginan untuk saling berbagi informasi yang bermanfaat, baik dalam konteks pekerjaan maupun hiburan.
Salah satu gambar yang dibagikan menunjukkan sebuah destinasi wisata yang ternyata berada di Pulau 7, yang sudah pernah dikunjungi oleh Bu Mila, salah satu pengawas di grup tersebut. Percakapan ini kemudian diikuti dengan candaan mengenai kapan mereka bisa mengunjungi lokasi tersebut bersama-sama, yang menciptakan suasana ringan dalam grup.
Selain itu, anggota grup juga mulai berbagi gambar-gambar lain yang menunjukkan aktivitas mereka sehari-hari. Wiwit, pengawas Batam, membagikan beberapa foto yang memperlihatkan rutinitasnya, dan Pak Irwansyah juga ikut berpartisipasi dengan membagikan gambar lainnya. Ini semakin memperlihatkan kedekatan dan kekompakan di antara para pengawas.
Pada saat yang sama, percakapan beralih ke topik mengenai dokumen-dokumen yang harus diselesaikan. Djumadi, yang bertugas di Sagulung, membagikan undangan kegiatan terkait dengan dinas pendidikan, serta meminta bantuan para pengawas untuk melengkapi formulir pengelolaan kinerja. Semua anggota diminta untuk mengisi data terkait kendala utama yang dihadapi oleh guru, kepala sekolah, dan pengawas di daerah masing-masing, serta memberikan masukan yang relevan.
Untuk mempermudah pengisian data, Djumadi menyarankan agar para pengawas mengakses spreadsheet yang telah disiapkan melalui link yang dibagikan. Mereka diminta untuk memilih Dinas sesuai dengan asal masing-masing dan mengisi data sebelum batas waktu yang ditentukan, yaitu pukul 16.00 WIB pada hari yang sama.
Sesuai dengan instruksi tersebut, anggota grup segera mengakses spreadsheet dan mulai mengisi data yang diperlukan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi di dalam grup untuk menyelesaikan berbagai tugas administratif yang mendukung pekerjaan mereka sebagai pengawas.
Sementara itu, percakapan mengenai objek wisata kembali berlanjut, dengan pertanyaan dari Dra. Nelly yang ingin mengetahui apakah tempat wisata tersebut berada di Batam. Jawaban dari Bu Mila menegaskan bahwa lokasi tersebut memang ada di Batam, yang memicu kembali minat anggota grup untuk merencanakan kunjungan ke sana di masa depan.
Diskusi tentang tugas administratif dan kegiatan sehari-hari terus berjalan, dengan pengawas yang saling memberikan dukungan dan berbagi informasi terkait pekerjaan mereka. Semua ini menggarisbawahi betapa grup WhatsApp ini bukan hanya sebagai tempat untuk bertukar informasi terkait pekerjaan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar anggota.
0 Comments
Terimakasih