Judul: Semarak Persiapan Peresmian Tugu Raja Sitanggang di Tele, Marga Sitanggang Bersatu
Kategori/Label: Budaya, Komunitas, Adat Batak
Samosir - Masyarakat keturunan Raja Sitanggang semakin antusias menyambut peresmian Tugu Raja Sitanggang di Tele, Kabupaten Samosir. Persiapan acara yang melibatkan berbagai pihak dari seluruh Indonesia ini menunjukkan kebersamaan dan semangat gotong royong yang tinggi di antara pomparan (keturunan) Raja Sitanggang.
Dalam berbagai grup komunikasi, terlihat diskusi aktif mengenai progres pembangunan tugu, persiapan acara, dan partisipasi dari berbagai sektor. Salah satu panitia utama, Tumpal Sitanggang, kerap membagikan informasi mengenai perkembangan proyek ini, termasuk pemasangan spanduk selamat datang di Gapura Tele.
Ungkapan apresiasi dan dukungan datang dari berbagai anggota komunitas. Banyak yang mengucapkan terima kasih atas kerja keras panitia dan berharap acara ini bisa menjadi momentum pemersatu bagi seluruh marga Sitanggang di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, dalam obrolan grup, terlihat kepedulian terhadap kesejahteraan anggota komunitas. Pesan-pesan untuk menjaga kesehatan dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam diskusi ini.
Pada tanggal 15 Februari 2025, panitia menggelar gladi bersih untuk memastikan kelancaran acara peresmian. Gladi ini bertujuan untuk mengecek kesiapan seluruh sektor, termasuk keamanan, konsumsi, dan teknis lainnya. Persiapan matang ini diharapkan bisa menghadirkan acara yang sukses dan berkesan.
Di berbagai grup komunikasi, anggota komunitas juga terus mengumpulkan dana untuk mendukung kelancaran acara. Berbagai pihak telah menyumbangkan dana dengan jumlah yang bervariasi, sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan leluhur.
Dalam pesan yang disampaikan oleh beberapa tokoh marga, mereka mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebersamaan. Tugu Raja Sitanggang bukan hanya sekadar simbol fisik, tetapi juga lambang keberlanjutan nilai-nilai adat dan budaya Batak di tengah era modernisasi.
Panitia juga mengajak seluruh keturunan Raja Sitanggang untuk hadir dan meramaikan acara peresmian. Mereka menekankan bahwa partisipasi aktif dalam acara ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur dan ajang mempererat tali persaudaraan di antara seluruh pomparan.
Sejumlah anggota komunitas dari berbagai daerah seperti Medan, Tarutung, Bandung, hingga luar negeri juga menyatakan kesiapan untuk hadir dalam acara ini. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini telah menjadi perhatian luas dan dinantikan oleh banyak pihak.
Dalam obrolan grup, beberapa anggota komunitas mengingatkan untuk tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Mereka berharap acara peresmian dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala berarti.
Selain peresmian tugu, panitia juga telah menyiapkan berbagai acara tambahan yang bertujuan untuk mempererat persaudaraan. Beberapa di antaranya adalah pertunjukan budaya Batak, ibadah syukuran, serta makan bersama yang akan melibatkan seluruh peserta yang hadir.
Pada tanggal 16 Februari 2025, panitia kembali menggelar pertemuan untuk mengevaluasi kesiapan terakhir. Beberapa sektor yang masih perlu penyempurnaan langsung dikoordinasikan agar tidak menghambat jalannya acara.
Pesan semangat dan harapan pun terus berdatangan. Sejumlah tokoh adat dan agama mendoakan agar seluruh rangkaian acara peresmian ini diberkati dan menjadi awal yang baik untuk generasi penerus marga Sitanggang.
Tugu Raja Sitanggang diharapkan bisa menjadi ikon kebanggaan bagi seluruh keturunan Raja Sitanggang. Selain sebagai simbol sejarah, tugu ini juga akan menjadi tempat untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar keturunan di masa depan.
Dengan semangat kebersamaan, acara peresmian ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga perwujudan nilai-nilai luhur dalam budaya Batak. Horas untuk seluruh pomparan Raja Sitanggang!
0 Comments
Terimakasih