Peresmian Tugu dan Ruma Parsantian Raja Sitanggang semakin dekat. Acara yang dinanti-nantikan oleh pomparan (keturunan) Raja Sitanggang di berbagai daerah ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya leluhur. Sejumlah tokoh dan anggota keluarga besar Raja Sitanggang telah menyampaikan dukungan serta partisipasi aktif mereka untuk menyukseskan acara tersebut.
Pastor Nelson Sitanggang, OFMCap, dalam pesannya mengajak seluruh keturunan Raja Sitanggang untuk tetap bersemangat, saling menyemangati, dan berkontribusi demi kelancaran acara peresmian ini. "Apa yang dapat aku sumbangkan agar pesta peresmian ini berjalan dengan baik dan sukses? Ini menjadi dasar berpikir dan bertindak kita," ujarnya dalam sebuah pesan kepada komunitas.
Sementara itu, berbagai doa dan harapan juga disampaikan oleh anggota komunitas lainnya, termasuk Raja Sitempang Nasional 2023 dan Bernhard Sitanggang, SH, dari Semarang, yang turut memberikan semangat dan dukungan spiritual kepada semua yang terlibat dalam persiapan acara.
Di sisi lain, Kamiden Sitanggang dari Jakarta memberikan renungan dari Kitab Mazmur yang mengingatkan pentingnya tetap berharap kepada Tuhan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Pesannya memberikan semangat kepada para keturunan Raja Sitanggang untuk terus maju dan berserah kepada Tuhan dalam segala hal.
Dalam upaya mendukung keberhasilan acara ini, banyak anggota komunitas telah berpartisipasi dengan berbagai bentuk sumbangan. Data yang diperoleh menunjukkan adanya donasi dari berbagai pihak, termasuk dari Husur Sitanggang/Br Sembiring di Medan Patumbak, H. Sitanggang/Br. Naibaho dari Jakarta, serta kontribusi kolektif dari komunitas di Bandung, Pekanbaru, dan berbagai daerah lainnya.
Selain sumbangan dana, dukungan juga datang dalam bentuk pembelian kalender yang hasilnya digunakan untuk mendukung pembangunan dan penyelenggaraan acara. Pinompar Raja Sitanggang Lipan Bandung, DPW Purasitabor Pekanbaru, serta sektor-sektor Purasitabor lainnya turut serta dalam kegiatan ini.
Dalam beberapa minggu terakhir, panitia juga telah mengonfirmasi pengiriman kaos untuk komunitas Raja Sitanggang Boru Bere di Yogyakarta. Yully Tony Sitanggang, SE, MM, dari Yogyakarta mengapresiasi upaya panitia dalam menyediakan kaos tersebut dan berharap pengiriman sisa pesanan dapat segera diselesaikan.
Di tengah berbagai kesibukan dan persiapan, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat dalam komunitas ini. Setiap individu, baik yang berada di dalam negeri maupun di perantauan, turut serta memberikan dukungan moral maupun materiil demi suksesnya peresmian Tugu Raja Sitanggang.
Ir. Jonni Sitanggang dari Medan, yang berperan dalam mengoordinasikan dana spontanitas, mengungkapkan bahwa donasi terus mengalir dari berbagai pihak. Bahkan, tambahan dana dari pembelian kalender oleh dr. Sudin Sitanggang di Tangerang dan A. Ganda Sitanggang di Sungai Loba semakin memperkuat kesiapan panitia dalam menyelenggarakan acara ini.
Peresmian Tugu Raja Sitanggang bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebuah simbol penghormatan kepada leluhur dan komitmen untuk menjaga budaya serta persatuan di antara pomparan Raja Sitanggang. Acara ini diharapkan menjadi ajang refleksi dan kebangkitan semangat kebersamaan dalam keluarga besar ini.
Keberhasilan acara ini tentu tidak terlepas dari kerja keras dan kontribusi seluruh anggota komunitas. Dengan adanya semangat gotong royong dan dukungan yang terus mengalir, panitia optimis bahwa peresmian Tugu dan Ruma Parsantian Raja Sitanggang akan berjalan dengan sukses dan memberikan kebanggaan bagi seluruh keturunannya.
Bagi yang ingin turut berkontribusi, panitia masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin memberikan donasi atau dukungan dalam bentuk lain. Nomor rekening resmi telah disediakan untuk mempermudah proses donasi.
Semoga peresmian Tugu Raja Sitanggang menjadi momen bersejarah yang tidak hanya memperkuat jati diri komunitas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Horas!

0 Comments
Terimakasih