Dalam sebuah langkah besar untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih intensif, keluarga besar Pomparan Raja Pangadatan telah menginisiasi pembentukan grup komunikasi daring. Grup ini menjadi wadah bagi keturunan Raja Pangadatan dari berbagai wilayah untuk bersatu dalam satu forum diskusi dan koordinasi.
Pembentukan grup ini pertama kali dilakukan pada tanggal 2 Maret 2025 oleh beberapa tokoh utama di kalangan keturunan Raja Pangadatan. Di antara yang pertama kali tergabung dalam grup ini adalah Asden Sitanggang dari Samosir, Drs. Unggul Sitanggang, M.Si., Ir. Jonni Sitanggang dari Medan, serta perwakilan dari komunitas Raja Sitempang Nasional.
Dalam grup tersebut, berbagai tokoh masyarakat turut menyampaikan salam dan harapan. "Horas jala gabema dihita pomparan ni oppungta Raja Pangadatan disude desa na ualu," ujar Asden Sitanggang sebagai bentuk penyambutan terhadap anggota baru.
Selain itu, anggota lain seperti Parhobas Raja Sitempang 63 Hoddy Sitanggang dan Drs. Muller Sitanggang juga turut mengunggah berbagai dokumen dan foto sebagai bagian dari upaya dokumentasi sejarah dan kegiatan komunitas.
Penambahan anggota terus berlangsung secara bertahap. Nama-nama besar dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Medan, Samarinda, dan Batam, bergabung dalam grup ini. "Horas ma tutu Amangtua, di hita saluhut na Pinompar ni Oppung ta Raja Pangadatan," tulis salah satu anggota sebagai bentuk rasa syukur atas inisiatif ini.
Sebagai bagian dari agenda utama, komunitas ini juga membahas perencanaan acara besar yang melibatkan seluruh keturunan Raja Pangadatan. "Adong rencana nauli nadenggan," ujar salah satu anggota grup, mengindikasikan adanya agenda penting yang sedang dirancang.
Selain membangun komunikasi, pembentukan grup ini juga bertujuan untuk menyusun program-program yang dapat memperkuat solidaritas antar anggota keluarga besar Sitanggang. Salah satu agenda yang santer dibahas adalah peresmian Tugu Raja Sitanggang, yang dianggap sebagai simbol kebanggaan bagi seluruh keturunannya.
Hingga tanggal 3 Maret 2025, jumlah anggota yang bergabung terus bertambah dengan masuknya berbagai perwakilan dari komunitas Sitanggang di berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri. Nama-nama seperti Raja Sitempang Nasional 2023 dan perwakilan dari komunitas Sidauruk serta Simanihuruk turut serta dalam forum ini.
Tidak hanya sekadar forum komunikasi, grup ini juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk bertukar informasi penting terkait adat dan budaya Batak, serta peran keturunan Raja Pangadatan dalam kehidupan sosial dan ekonomi di berbagai wilayah.
Beberapa anggota bahkan menyampaikan harapan agar grup ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun solidaritas dan membantu anggota yang membutuhkan. "Sai dipasu-pasu Tuhan ima hita hipas-hipas murah rezeki amin," tulis seorang anggota dalam grup.
Dalam perkembangannya, grup ini juga melibatkan para tokoh agama dan pemuka adat yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya Batak. Di antaranya adalah Pastor Nelson Sitanggang dan Father Valiant yang turut bergabung dalam grup ini untuk memberikan arahan spiritual kepada komunitas.
Dengan semakin bertambahnya anggota dari berbagai daerah dan latar belakang, komunitas ini diharapkan mampu menjadi wadah yang solid dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur mereka.
Sebagai langkah ke depan, komunitas ini juga tengah merancang berbagai program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga besar Raja Pangadatan. Mulai dari bantuan pendidikan, kegiatan sosial, hingga agenda kebudayaan, semuanya masuk dalam rencana kerja yang akan disusun bersama.
Perkembangan yang pesat ini menunjukkan bahwa komunitas berbasis kekerabatan memiliki peran yang besar dalam menjaga tali persaudaraan dan memperkuat hubungan antar anggotanya. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Pomparan Raja Pangadatan kini semakin solid dalam menyongsong masa depan yang lebih cerah.
0 Comments
Terimakasih