Batam, 2 Oktober 2024 - Pada tanggal 2 Oktober 2024, sejumlah pengurus dan anggota dari Kelompok Guru Batam (KGB) Batam 2023-2026 mengadakan sebuah pertemuan yang melibatkan komunikasi intensif melalui WhatsApp Group. Pertemuan yang terfokus pada pembahasan agenda penting ini berlangsung meskipun beberapa anggota tidak dapat hadir karena berbagai alasan, termasuk kegiatan sekolah yang harus mereka hadiri.
Pukul 10.48 WIB, Irwan Nugraha, seorang anggota PGRI Batam, memberikan kabar kepada anggota lainnya bahwa dirinya tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut karena ada agenda di sekolah yang tak bisa ditinggalkan. Pesan yang disampaikan dengan penuh sopan itu diikuti oleh beberapa anggota lainnya, seperti Fitri Agusrini yang pada pukul 10.49 WIB juga menyampaikan izin tidak dapat hadir karena sedang kurang sehat.
Sementara itu, Putri Pahlawani memberikan dukungan dengan mengharapkan kesembuhan bagi Bu Fitri melalui pesan singkat yang penuh empati. “Lekas sehat yah Bu Fitri,” tulisnya pada pukul 10.51 WIB. Pada saat yang sama, Sukarmiyanto dari Lingkungan IKM Batam juga memberikan kabar bahwa ia tidak bisa hadir karena ada acara pembiasan di sekolah yang harus ia ikuti.
Dengan semangat kolektif, para anggota saling mendukung meskipun tidak bisa hadir secara fisik. Pada pukul 13.05 WIB, Pak Irwandi, Wali Kelas di SMK 2, mengabarkan bahwa dirinya juga tidak bisa bergabung pada pertemuan besok karena jam masuk kelas yang padat, dari pukul 7.17 hingga 16.00 WIB. Ia berharap bisa hadir pada pertemuan di akhir pekan. Beberapa pesan izin lainnya datang dari anggota lainnya, termasuk Edri Zamora yang mengungkapkan bahwa sekolah mereka tengah mengadakan ujian tengah semester (mid).
Namun, meskipun ada banyak ketidakhadiran, semangat para anggota untuk tetap berkomunikasi tetap tinggi. Pada pukul 13.46 WIB, sebuah pesan penting muncul dari salah satu anggota yang meminta semua peserta yang dapat hadir untuk mengisi daftar hadir. Daftar tersebut berisi nama-nama sejumlah pengurus dan perwakilan dari berbagai grup di dalam organisasi KGB Batam, yang melibatkan banyak anggota dari beberapa wilayah.
Seiring berjalannya waktu, pesan-pesan serupa terus muncul, masing-masing meminta anggota untuk memberi konfirmasi terkait kehadiran mereka pada acara yang sudah dijadwalkan. Pada pukul 14.18 WIB, Yusnita, M.Pd dari Sei Beduk turut mengingatkan semua anggota untuk mengisi daftar hadir bagi mereka yang bisa datang.
Meskipun acara ini melibatkan banyak ketidakhadiran, komunikasi yang terjalin di antara anggota tetap berjalan lancar. Dalam berbagai pesan tersebut, banyak yang menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran mereka, tetapi tetap menunjukkan semangat untuk mendukung kelancaran acara yang akan berlangsung.
Pada pukul 16.16 WIB, Islah Al Wathon mengingatkan kembali semua anggota untuk mengisi daftar hadir, dan memberikan semangat kepada mereka yang tetap berkomitmen hadir dalam pertemuan yang mendatang. Pesan tersebut diikuti dengan konfirmasi lebih lanjut oleh anggota lainnya, termasuk Marini Ardianingsih yang menginformasikan bahwa dirinya tidak bisa hadir karena ada kegiatan di sekolah. Namun, ia dengan antusias menyatakan kesiapannya untuk mendukung tim dokumentasi.
Pada pukul 17.35 WIB, Putri Pahlawani membalas dengan penuh semangat, menyatakan dukungannya terhadap acara tersebut. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 19.07 WIB, Haryati Dinniasari mengirimkan pesan dengan alasan pribadi yang sangat mengharukan. Ia meminta izin untuk tidak hadir karena sedang hamil sembilan bulan dan merasa sudah tidak bisa terlalu banyak beraktivitas.
Pada akhirnya, pada pukul 19.13 WIB, sebuah pesan terakhir dari Supandi menegaskan kembali daftar hadir bagi yang akan datang besok, dengan penekanan agar setiap anggota yang bisa hadir segera mengonfirmasi kehadirannya. Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh anggota terus menyemangati satu sama lain meskipun beberapa tidak dapat hadir karena komitmen mereka di sekolah atau alasan kesehatan.
Meskipun tidak semua anggota dapat hadir, pertemuan ini menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan dan saling mendukung dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh KGB Batam. Keputusan untuk tetap melanjutkan pertemuan meskipun ada banyak ketidakhadiran menunjukkan tekad kuat untuk memajukan organisasi ini dalam menjalankan berbagai program kerja ke depan.
Selain itu, di tengah kesibukan masing-masing, komunikasi melalui WhatsApp Group terbukti sangat efektif dalam menjaga semangat dan memastikan setiap anggota tetap terhubung dengan agenda yang ada. Pada akhirnya, pertemuan ini menjadi contoh baik dalam menjalankan kolaborasi yang solid di tengah kesibukan profesional dan pribadi masing-masing anggota.
Dengan semangat yang terus mengalir, KGB Batam 2023-2026 semakin menunjukkan komitmennya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan penuh dedikasi demi kemajuan pendidikan di Batam.
0 Comments
Terimakasih