Dinamika Komunikasi dan Perpisahan dalam Grup Pengawas Dinas Pendidikan Kota Batam

Pada tanggal 7 Oktober 2024, sebuah pesan yang menyentuh hati datang dari Sekolah Model Batam 37 Bahrun KoordWas, yang menginformasikan bahwa SK mutasi beliau ke Inspektorat telah keluar dan beliau akan mulai bertugas pada tanggal tersebut. Dalam pesan panjangnya, Bahrun mengungkapkan kesedihannya untuk berpisah dari rekan-rekan di Dinas Pendidikan Kota Batam, yang selama ini telah menjadi keluarga kedua baginya. Meski merasa sedih, Bahrun juga mengungkapkan rasa syukur dan doa agar selalu mendapatkan ridha Allah SWT.

Segera setelah pesan perpisahan Bahrun, rekan-rekan di grup mengirimkan doa dan dukungan. Salah satunya datang dari seseorang yang mengucapkan selamat dan berharap Bahrun sukses di tempat tugas yang baru. "Semoga ibu selalu sukses dan sehat serta tetap berada dalam lindungan Allah SWT," tulisnya dengan penuh harapan.

Di tengah perbincangan tersebut, muncul sebuah pesan dari Pak Darsudi yang menginformasikan bahwa pengawas Dinas Pendidikan Kota Batam telah mengumpulkan donasi untuk P.H. Raja Sofyan. Meskipun tidak ada media yang disertakan, pesan ini menunjukkan solidaritas antar pengawas yang terus terjalin.

Pada tanggal 7 Oktober, undangan rapat pemetaan permasalahan pendidikan yang digunakan untuk penyusunan Ranwal RKPD 2026 disebarkan. Rapat yang diadakan pada 8 Oktober 2024 ini akan dibuka oleh Sekda Kota Batam. Para pengawas diminta hadir tepat waktu, sesuai dengan instruksi dari Bapelitbangda Kota Batam.

Sekolah Model Batam 37 Bahrun KoordWas mempersiapkan delegasi untuk rapat tersebut dengan memberikan penugasan kepada beberapa pengawas untuk mewakili. Dari Sekolah Dasar (SD) diutus Jumadi dan Bahrun, sementara dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) diutus Mashuri dan Darsudi. Semua diminta hadir tepat waktu.

Setelah itu, Bahrun kembali mengingatkan agar semua pengawas hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ini menunjukkan bagaimana grup ini tidak hanya menjadi tempat diskusi tetapi juga tempat untuk menjaga koordinasi yang baik antar anggota.

Pada 11 Oktober 2024, Bahrun kembali mengirimkan pesan untuk mengingatkan pengawas agar membawa pakaian olahraga untuk kegiatan yang telah direncanakan pada pagi hari. Pesan tersebut langsung direspon oleh anggota grup seperti Dra. Nelly Werdaty dan Fitri Agusrini yang siap menghadiri kegiatan olahraga.

Namun, suasana grup berubah pada pagi hari yang sama ketika Sofi Napitupulu mengirimkan pesan duka cita atas meninggalnya ibunda tercinta Pak Hendrinaldi. Ini membawa suasana yang penuh empati di grup, menunjukkan bahwa meskipun mereka sering bekerja bersama, mereka juga saling berbagi momen pribadi yang penuh kasih sayang.

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2024, Bu Mila Pengawas membagikan informasi terkait sekolah-sekolah yang ingin diakreditasi untuk memperbaiki hasil akreditasi 2019. Sekolah-sekolah yang sudah otomatis diakreditasi diharapkan untuk segera mengajukan permohonan, yang menunjukkan peran pengawas dalam memfasilitasi sekolah-sekolah untuk mencapai standar pendidikan yang lebih baik.

Di sisi lain, pada 9 Oktober, pengawas seperti Fitri Agusrini dan Bu Lies memperbincangkan fitur baru dalam e-rapor, seperti buku induk dan SKL (Surat Keterangan Lulus), yang baru ditambahkan pada semester lalu. Diskusi ini menunjukkan keseriusan pengawas dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan dan mendampingi sekolah-sekolah dalam menggunakan sistem yang lebih efisien.

Pada 7 Oktober, sebuah pesan penting dari Pardomuan Sitanggang beredar terkait pengisian data yang diminta oleh Koordinator Was. Pesan ini memperlihatkan bagaimana koordinasi dan pengumpulan data sangat vital untuk memantau dan merencanakan tindakan lebih lanjut terkait kinerja pengawas.

Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, pengawas Dinas Pendidikan Kota Batam terus mengupdate dan mengisi data yang diminta, termasuk mengenai sekolah binaan dan informasi terkait tahun pensiun pengawas. Ini juga menggambarkan kepedulian mereka dalam memastikan setiap informasi tercatat dengan baik.

Selama percakapan ini, solidaritas antar pengawas begitu terlihat. Mereka saling mendukung satu sama lain, baik dalam pekerjaan maupun dalam kondisi pribadi. Misalnya, di saat berita duka cita disampaikan, ada banyak pengawas yang memberikan ucapan belasungkawa, menunjukkan bahwa grup ini lebih dari sekedar tempat kerja, tetapi juga sebuah komunitas yang saling peduli.

Di tengah semua pembicaraan ini, tercermin jelas komitmen para pengawas untuk terus mengabdi pada dunia pendidikan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti mutasi atau perubahan tugas, mereka tetap menunjukkan semangat tinggi untuk memajukan pendidikan di Batam.

Akhirnya, meskipun grup ini dipenuhi dengan berbagai pembicaraan administratif dan kegiatan formal, setiap pesan yang dikirimkan tetap menyiratkan keharmonisan dan kebersamaan. Perpisahan dan tantangan tak membuat mereka terpecah, justru mempererat hubungan yang sudah terjalin selama ini.

Post a Comment

0 Comments