Punguan Raja Sitanggang Gelar Penggalangan Dana untuk Peresmian Tugu Keturunan


Semarang, 20 Januari 2025 – Punguan Raja Sitanggang Dohot Boruna (PURASITABOR) dari berbagai daerah tengah aktif menggalang dana dalam rangka pembangunan dan peresmian Tugu Raja Sitanggang. Acara ini merupakan wujud kebersamaan dan gotong royong keturunan Raja Sitanggang dalam melestarikan warisan leluhur serta mempererat tali persaudaraan.

Pagi ini, berbagai ucapan syukur dan doa bersama dikirimkan oleh anggota Punguan Raja Sitanggang di berbagai daerah melalui grup komunikasi daring. Pesan-pesan yang berisi doa dan renungan rohani turut memberikan semangat bagi anggota komunitas untuk tetap bersatu dalam persiapan acara peresmian tugu yang dinantikan.

Pastor Nelson Sitanggang dari Parapat menyampaikan ucapan syukur atas kebersamaan yang terus terjaga di antara seluruh pomparan (keturunan) Raja Sitanggang. “Puji Tuhan, selamat pagi, salam sehat dan terima kasih banyak kepada kita semua pomparan Raja Sitanggang dimanapun berada. Tuhan memberkati kita. Horas,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Kamiden Sitanggang dari Jakarta memberikan renungan pagi dengan mengutip kitab Yesaya 42:1 yang mengingatkan tentang tugas hamba Tuhan sebagai orang pilihan yang harus menjalankan misi yang dipercayakan oleh Tuhan. Renungan ini memberi motivasi bagi komunitas agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Di tengah semangat kebersamaan ini, laporan donasi untuk pembangunan tugu terus mengalir. Donasi yang masuk berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Lampung, Kalimantan, hingga Sumatera Barat. Setiap sumbangan dicatat dengan transparan, baik dari pembelian kalender komunitas maupun donasi langsung dari anggota.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Ir. Jonni Sitanggang dari Medan, total donasi yang telah terkumpul hingga bulan Januari 2025 mencapai puluhan juta rupiah. Dana ini diperoleh melalui sumbangan spontanitas, penjualan kalender, serta kontribusi dari berbagai sektor komunitas Punguan Raja Sitanggang.

Selain itu, beberapa kelompok dari berbagai wilayah juga telah menyatakan kesiapannya untuk menghadiri acara peresmian tugu yang akan digelar dalam waktu dekat. PURASITABOR Sektor 13 Martoba-Amplas misalnya, telah mengonfirmasi partisipasi mereka dalam acara tersebut.

Menurut Pardomuan Sitanggang, selaku Kabid Humas dan IT DPP Raja Sitanggang, pembangunan tugu ini bukan hanya sekadar simbol fisik, tetapi juga representasi dari persatuan dan kebanggaan keturunan Raja Sitanggang. “Nunga dimulai oppung/bapa niba nauli na denggan pajongjong tugu ta. Asi dohot holong pardenggan basa i ma namandongani hita di diape maringanan,” ujarnya.

Dukungan dari berbagai sektor terus berdatangan. Beberapa komunitas dari luar daerah pun ikut berpartisipasi dalam persiapan acara dengan memberikan sumbangan serta menyatakan kesiapan mereka untuk hadir dalam peresmian tugu tersebut.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, PURASITABOR Simalingkar juga mengadakan pertemuan untuk membahas persiapan keberangkatan mereka ke lokasi peresmian tugu. Dalam kesempatan tersebut, anggota komunitas saling berbagi informasi terkait teknis perjalanan serta rencana acara yang akan dilaksanakan.

Sementara itu, sejumlah anggota komunitas membagikan foto dan video terkait perkembangan penggalangan dana serta persiapan acara melalui grup komunikasi daring. Hal ini semakin memperkuat rasa kebersamaan di antara keturunan Raja Sitanggang yang tersebar di berbagai daerah.

Di sisi lain, Dr. Firman P. Sitanggang turut mengingatkan anggota komunitas untuk selalu menjaga nilai kekeluargaan dan gotong royong. Ia mengutip Roma 12:10, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, harapan besar tersemat pada suksesnya peresmian Tugu Raja Sitanggang. Semua elemen dalam komunitas bekerja sama untuk memastikan acara ini berjalan dengan lancar dan penuh makna bagi seluruh keturunan Raja Sitanggang di mana pun mereka berada.

Acara peresmian tugu ini bukan hanya menjadi momen penting bagi keturunan Raja Sitanggang, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan sejarah panjang komunitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan tali persaudaraan semakin erat dan semangat kebersamaan terus terjaga untuk generasi yang akan datang.

Horas! Mauliate!

Post a Comment

0 Comments