Dukungan Luar Biasa untuk Pembangunan Tugu Raja Sitanggang, Ribuan Keluarga Berpartisipasi


Pembangunan Tugu Raja Sitanggang mendapat sambutan luar biasa dari berbagai keluarga dan komunitas Sitanggang di seluruh Indonesia. Dalam laporan terbaru, donasi spontanitas untuk pembangunan tugu ini terus mengalir, menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kental dalam budaya Batak.

Dari data yang dihimpun, berbagai keluarga telah memberikan sumbangan dalam bentuk uang tunai serta barang, seperti bahan jas, kalender, dan peci. Sumbangan terbesar sejauh ini datang dari Parlindungan Purba/Universitas Sarimutiara Medan dengan donasi senilai Rp 6.000.000, sementara beberapa keluarga lainnya juga turut serta dengan jumlah yang tidak sedikit.

Tak hanya dari Sumatera Utara, donasi juga mengalir dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Lampung, Pontianak, Jakarta, Bandung, hingga Kalimantan. Sumbangan ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap sejarah leluhur tetap kuat di kalangan keturunan Raja Sitanggang.

Selain untuk pembangunan tugu, dana juga dialokasikan untuk pencetakan buku sejarah Raja Sitanggang. Beberapa penyumbang telah menyatakan kontribusi khusus untuk mendukung penerbitan buku ini, seperti Op Jose Sitanggang yang memberikan Rp 5.000.000 khusus untuk penerbitan buku Tugu Raja Sitanggang.

Momentum ini semakin diperkuat dengan pertemuan antara perwakilan Punguan Raja Sitanggang Boru Bere Ibebere dari Yogyakarta dengan Pastor Nelson Sitanggang di Postulat Kapusin Nagahuta, Pematangsiantar. Dalam pertemuan tersebut, Pastor Nelson menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan komunitas dalam membangun serta melestarikan sejarah dan budaya Batak.

Sementara itu, daftar kehadiran untuk acara peresmian tugu juga telah mulai disusun. Ribuan orang dari berbagai daerah telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Beberapa daerah yang mengirimkan delegasi besar antara lain Purasitabor Dairi dengan 150 orang, Purasitabor Samosir/Bonapasogit Sekitarnya dengan 1.000 orang, serta Purasitabor Bandung dengan 35 orang. Hal ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam menyambut peresmian tugu yang dinantikan.

Di samping itu, komunitas juga terus menggalang dana tambahan guna memastikan bahwa pembangunan tugu dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target. Hingga saat ini, total donasi yang masuk terus bertambah, termasuk sumbangan terbaru dari Kyan Ulos dan Sihombing Br Sitanggang sebesar Rp 2.500.000 yang disalurkan melalui Pastor Nelson Sitanggang.

Tak hanya dalam bentuk finansial, dukungan moral dan spiritual juga diberikan oleh para tokoh dan anggota komunitas. Dalam sebuah pesan yang disampaikan oleh Bernhard Sitanggang, SH dari Semarang, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan terus berbuat baik, bahkan kepada mereka yang mungkin berbeda pandangan.

Acara peresmian tugu ini nantinya diharapkan menjadi momen besar yang mempererat hubungan antar keturunan Raja Sitanggang, sekaligus menjadi simbol kebanggaan bagi generasi muda dalam mengenal dan memahami asal-usul mereka.

Dengan semakin banyaknya pihak yang turut serta dalam pembangunan ini, besar harapan bahwa tugu ini dapat segera terwujud dan menjadi warisan sejarah yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Upaya ini bukan hanya tentang membangun sebuah monumen, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya dan memperkokoh jati diri masyarakat Batak dalam menghadapi tantangan zaman.

Mari bersama-sama mendukung pembangunan Tugu Raja Sitanggang! Horas!

Post a Comment

0 Comments