PARDOMUANSITANGGANG.COM - Pada malam yang penuh haru, Putri Pahlawani, seorang guru penggerak, mengirimkan sebuah pesan yang menyentuh hati para anggota grup. Ia memberi tahu bahwa seorang rekan mereka, Rif'atul Af'idah, yang baru saja melahirkan, kini sedang menghadapi cobaan berat. Bayinya, yang baru berusia satu bulan, terdiagnosa dengan tumor pangkal lidah dan sedang menjalani operasi besar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Putri meminta doa dan solidaritas dari seluruh anggota grup untuk kesembuhan bayi tersebut dan memberikan kekuatan untuk Rif'atul yang tengah berjuang bersama buah hatinya.
Kabar ini membuat para anggota grup merasa terpanggil untuk memberikan dukungan. Banyak yang langsung mengirimkan doa untuk kesembuhan bayi tersebut dan kekuatan untuk Rif'atul. Doa dan harapan untuk kelancaran operasi serta kesembuhan segera mengalir deras dari para guru yang turut merasakan empati. Beberapa rekan bahkan menyatakan niat untuk ikut serta dalam penggalangan dana yang dibuka untuk membantu meringankan beban keluarga Rif'atul. Solidaritas ini menggambarkan betapa kuatnya ikatan yang terjalin di antara para guru, yang lebih dari sekadar rekan kerja.Di tengah percakapan yang penuh doa, Putri juga menyampaikan informasi tentang rekening yang bisa digunakan untuk mengirimkan donasi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh para anggota grup. Para guru yang sudah mentransfer sumbangan diminta untuk mengonfirmasi kepada nomor yang telah disediakan. Bagi yang belum dapat berpartisipasi, Putri mengingatkan bahwa waktu donasi masih dibuka hingga tanggal 8 Oktober 2024, sehingga masih ada kesempatan bagi mereka untuk membantu.
Bergabung dalam aksi solidaritas ini, Sri Maryati juga ikut memberikan pesan doa dan harapan. Ia mengucapkan semoga kesehatan diberikan kepada bayi Rif'atul, dan semoga Rif'atul serta keluarganya diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Tak hanya Sri, banyak anggota grup lainnya yang turut menambahkan doa serupa, menunjukkan betapa besar kepedulian mereka terhadap rekan sejawat yang sedang diuji.
Di antara pesan-pesan yang mengalir, beberapa anggota grup juga mengirimkan konfirmasi bahwa mereka telah mentransfer donasi. Nofi, yang mengelola penggalangan dana, mengucapkan terima kasih atas semua yang sudah memberikan bantuan. Ia juga melaporkan jumlah sumbangan yang telah diterima, dengan rincian beberapa nama yang telah ikut serta. Dengan penuh rasa syukur, ia mengajak rekan-rekannya untuk terus mendoakan Rif'atul dan bayinya, serta berharap agar bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga tersebut.
Donasi yang terkumpul pun semakin berkembang. Sejumlah guru lainnya turut berpartisipasi dalam mengirimkan sumbangan, baik yang berupa uang maupun doa. Setiap kali laporan penerimaan donasi disampaikan, ucapan terima kasih dari Nofi semakin terasa tulus. Ia berharap semua yang telah memberikan bantuan mendapatkan berkah dan kelimpahan rezeki. Selain itu, Nofi juga menyampaikan bahwa sumbangan akan ditutup pada 8 Oktober 2024, dan ia berharap bisa menyampaikan semua bantuan kepada Rif'atul sebelum batas waktu tersebut.
Pada pagi hari berikutnya, Destriyana Nl Toruan mengirimkan undangan webinar yang diadakan oleh Komunitas MGMP Pendidikan Pancasila Kota Batam. Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pembelajaran numerasi lintas mata pelajaran, dengan harapan bisa memperkaya keterampilan para guru dalam menyusun asesmen berbasis numerasi. Meskipun fokusnya berbeda dari pembahasan awal mengenai solidaritas, pengumuman ini tetap diterima dengan antusiasme, menandakan semangat para guru untuk terus berkembang.
Seiring berjalannya waktu, para anggota grup terus saling memberikan dukungan, baik berupa materi, doa, maupun semangat. Banyak yang menantikan update lebih lanjut mengenai kondisi Rif'atul dan bayinya, serta proses penggalangan dana yang masih berlangsung. Sebagai bagian dari komunitas yang solid, mereka merasa bahwa setiap dukungan, sekecil apapun, memiliki makna yang besar. Meskipun tantangan hidup datang silih berganti, kebersamaan mereka memberikan kekuatan yang tak tergoyahkan.
Akhirnya, saat tanggal 8 Oktober 2024 tiba, Nofi kembali mengingatkan rekan-rekannya untuk menyelesaikan donasi mereka. Setelah semuanya terkumpul, ia mengucapkan terima kasih dan memastikan bahwa semua bantuan akan segera disalurkan kepada Rif'atul. Momen ini tidak hanya menjadi aksi solidaritas finansial, tetapi juga bukti nyata bahwa di dalam grup ini, kebersamaan dan dukungan moral adalah hal yang paling berharga.
Kebersamaan yang tercipta dalam situasi ini memberikan makna mendalam bagi setiap guru yang terlibat. Meskipun mereka berada di bidang yang berbeda-beda, semua menyatu dalam satu tujuan: membantu seorang rekan yang sedang berjuang. Melalui doa, dukungan finansial, dan semangat kebersamaan, mereka telah menunjukkan bahwa komunitas guru penggerak bukan hanya soal profesionalisme, tetapi juga tentang saling peduli dan membangun ikatan yang lebih kuat sebagai keluarga besar.
0 Comments
Terimakasih