Bimbingan individual merupakan suatu layanan yang diberikan pada peserta didik yang khusus dengan memperhatikan kebutuhan individu siswa. kebutuhan masing-masing individu disuatu kelas tentu saja tidak sama oleh karenanya guru harus mampu mengetahui perbedaan yang ada dari anak yang dibimbing.
Apabila guru menggunakan metode bimbingan individual maka guru akan dapat mengajar secara intensif karena dapat menyesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dihadapi siswa dan kemampuan individu siswa. prinsip yang digunakan dalam bimbingan individual direalisasikan dengan menyediakan bahan ajar untuk kegiatan perbaikan dan pengajaran. Konsep belajar tuntas yang dilakukan dalam bimbingan individual sangat menentukan pentingnya peranan umpan balik dari siswa. kemajuan belajar siswa segera dinilai, kemudian hasil penilaian tersebut menjadi umpan balik bagi kegiatan perbaikan dan pengayaan. Perbaikan diberikan kepada siswa yang belum menguasai bahan ajar secara tuntas, sedangkan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang perkembangan belajarnya cepat (http://melangkah-pasti.com).
Dari beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada peserta didik tampaknya untuk layanan konseling perorangan (individu) mendapat perhatian lebih karena layanan yang satu ini boleh dikatakan merupakan ciri khas dari layanan bimbingan dan konseling yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus. Dalam prakteknya memang layanan bimbingan dan konseling harus terlebih dahulu mengedepankan layanan-layanan yang bersifat perubahan dan pengembangan, namun tetap saja layanan yang bersifat pengentasanpun masih diperlukan. Oleh karena itu, konselor seyogianya dapat menguasai proses dan berbagai teknik konseling sehingga bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka pengentasan masalahnya dapat berjalan secara efektif dan efisien (http://konseling.IPDn.ac.). Selanjutnya dalam alamat web ini dijelaskan hal-hal lebih lanjut yaitu:
Secara umum, proses konseling terdiri dari tiga tahapan yaitu:
Tahap awal (tahap mendefinisikan masalah)
Tahap ini terjadi dimulai sejak klien menemui konselor hingga berjalan sampai konselor dan klien menemukan masalah klien. Pada tahap ini beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya:
Membangun hubungan konseling yang melibatkan klien (rapport) kunci keberhasilan membangun hubungan terletak pada terpenuhinya asas-asas bimbingan dan konseling terutama asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan dan kegiatan.
Memperjelas dan mendifinisikan masalah. Jika hubungan konseling sudah terjalin dengan baik dan klien telah melibatkan diri maka konselor harus dapat membantu memperjelas masalah klien.
Membuat penaksiran dan penjajagan. Konselor berusaha menjajagi atau menafsir kemungkinan masalah dan merancang bantuan yang mungkin dilakukan, yaitu dengan membangkitkan semua potensi klien dan menentukan berbagai alternatif yang sesuai bagi antisipasi masalah.
Menegosiasikan kontrak. Membangun perjanjian antara konselor dengan klien: (1) kontrak waktu, yaitu berapa lama waktu pertemuan yang diinginkan oleh klien dan konselor tidak berkeberatan; (2) kontrak tugas, yaitu berbagai tugas antara konselor dan klien; dan (3) kontrak kerjasama dalam proses konseling, yaitu terbinanya peran dan tanggung jawab bersama antara konselor dan konseling dalam seluruh rangkaian kegiatan konseling.
Tahap inti (tahap kerja)
Setelah tahap awal dilaksanakan dengan baik, proses konseling selanjutnya adalah memasuki tahap ini atau tahap kerja. Pada tahap ini terdapat beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya:
Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien lebih dalam. Penjelajahan masalah dimaksudkan agar klien mempunyai perspektif dan alternatif baru terhadap masalah yang sedang dialaminya.
Konselor melakukan reassesment (penilaian kembali). Bersama-sama klien meninjau kembali permasalahan yang dihadapi klien.
Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara.
Hal ini bisa terjadi jika:
Klien merasa senang terlibat dalam pembicaraan atau wawancara konseling, serta menampakkan kebutuhan untuk mengembangkan diri dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
Konselor berupaya kreatif mengembangkan teknik-teknik konseling yang bervariasi dan dapat menunjukkan pribadi yang jujur, ikhlas dan benar-benar peduli terhadap klien.
Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak. Kesepakatan yang telah dibangun pada saat kontrak tetap dijaga, baik oleh pihak konselor maupun klien.
Tahap akhir (tahap perubahan dan tindakan)
Pada tahap akhir ini terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu:
Konselor bersama klien membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling.
Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan yang telah terbangun dari proses konseling sebelumnya.
Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling (penilaian segera).
Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya.
0 Comments
Terimakasih