Ribuan Keturunan Raja Sitanggang Hadiri Peresmian Tugu di Berastagi


Berastagi, Sumatera Utara
– Ribuan keturunan Raja Sitanggang dari berbagai wilayah di Indonesia menghadiri acara peresmian Tugu Raja Sitanggang di Berastagi. Acara yang berlangsung dengan penuh hikmat ini menjadi momentum penting bagi komunitas marga Sitanggang untuk mengenang sejarah dan mempererat tali persaudaraan.

Ketua Panitia Peresmian, St. Drs. Saut Sitanggang, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tugu ini. “Ini adalah bukti nyata kebersamaan dan kekompakan kita sebagai keturunan Raja Sitanggang. Semoga tugu ini menjadi simbol kebanggaan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam laporan panitia, tercatat ribuan peserta hadir dari berbagai daerah, di antaranya DPD Samosir dengan 1.000 orang, Purasitabor Dairi sebanyak 150 orang, serta DPC Pematang Siantar dengan 155 orang. Wilayah lain seperti Medan, Jakarta, Bandung, Riau, dan Kalimantan juga mengirimkan delegasinya.

Selain peresmian tugu, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan budaya, termasuk tortor Batak, penyampaian sejarah Raja Sitanggang, serta doa bersama. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan begitu terasa sepanjang acara.

Tak hanya dari sisi partisipasi, dukungan dalam bentuk donasi juga mengalir deras dari berbagai keluarga dan komunitas Purasitabor. Tercatat sejumlah besar donasi, termasuk dari Parlindungan Purba yang menyumbang Rp 6 juta, Op Jose Sitanggang yang mengalokasikan Rp 5 juta untuk penerbitan buku sejarah, serta berbagai sumbangan lainnya yang digunakan untuk pembelian kalender dan kaos sebagai kenang-kenangan acara.

Perwakilan dari panitia menyampaikan bahwa total donasi yang terkumpul telah digunakan secara transparan untuk pembiayaan pembangunan tugu, serta beberapa program lainnya yang mendukung kelestarian adat dan budaya Batak.

Momentum ini tidak hanya sekadar peresmian sebuah tugu, tetapi juga menjadi ajang reuni akbar bagi keturunan Raja Sitanggang. Banyak peserta yang menyampaikan rasa bangga dan haru dapat berpartisipasi dalam acara ini. “Kami berharap tugu ini akan menjadi pengingat bagi anak-cucu kita akan pentingnya menjaga persatuan dan budaya,” ujar seorang peserta dari Medan.

Acara ini pun mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh masyarakat dan pemerintah daerah. Mereka menilai bahwa inisiatif komunitas marga Sitanggang dalam membangun tugu ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya yang harus terus didukung.

Selain itu, pembangunan tugu ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya di Berastagi, menambah kekayaan destinasi sejarah yang ada di kawasan tersebut. Beberapa pengunjung yang hadir bahkan mengusulkan agar dibuatkan program tahunan untuk mengenang sejarah dan merayakan budaya Batak melalui acara serupa.

Panitia acara juga mengajak seluruh anggota Purasitabor di berbagai daerah untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. Mereka berharap semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti pada acara peresmian, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi penutupan, para peserta menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan acara ini. Mereka berharap generasi muda keturunan Raja Sitanggang dapat melanjutkan tradisi dan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan dari leluhur mereka.

Dengan suksesnya acara ini, Tugu Raja Sitanggang kini berdiri tegak sebagai saksi sejarah dan simbol persatuan bagi seluruh keturunan Raja Sitanggang. Keberadaannya di Berastagi bukan hanya sebagai monumen, tetapi juga sebagai pengingat akan kebesaran dan kekompakan keluarga besar Sitanggang di seluruh dunia.

Post a Comment

0 Comments