Acara peresmian Tugu Raja Sitanggang yang dinanti-nantikan oleh masyarakat keturunan Raja Sitanggang semakin dekat. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh panitia agar acara tersebut berjalan dengan baik dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.
Dalam berbagai diskusi yang berlangsung di grup komunikasi keluarga besar Sitanggang, banyak anggota yang mengungkapkan rasa antusias dan harapan agar peresmian ini menjadi momen bersejarah. Salah satu anggota, Tumpal Sitanggang, menyoroti pentingnya mengenang dan menghargai leluhur melalui pembangunan tugu ini.
Pastor Nelson Sitanggang, OFMCap, dari Parapat turut menyampaikan doa dan harapannya agar acara ini berlangsung lancar serta mempererat persatuan keluarga besar Raja Sitanggang. "Mari saling mendoakan dan menyemangati dalam kasih Tuhan," ujarnya.
Bendahara panitia, yang saat ini sedang bertugas di luar kota, juga memberikan laporan terkait dana yang telah masuk hingga tanggal 9 Januari 2025. Laporan ini bertujuan untuk menjaga transparansi serta mendorong partisipasi lebih banyak donatur dalam mendukung peresmian tugu.
Tak hanya dana, panitia juga menyiapkan berbagai souvenir khas Batak, seperti ulos, peci bertuliskan "Horas Sitanggang," stolla bordir peresmian, serta berbagai busana adat lainnya. Barang-barang ini akan dijual di stan resmi panitia saat acara berlangsung.
Sementara itu, beberapa anggota grup mengusulkan agar data donatur yang telah berkontribusi diumumkan secara terbuka untuk mengingatkan dan mendorong partisipasi lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan harapan agar acara ini memiliki gaung yang luas dan menunjukkan eksistensi keturunan Raja Sitanggang di berbagai penjuru.
Rundown acara peresmian telah disusun dan dipastikan akan berlangsung pada tanggal 28 Februari hingga 2 Maret 2025. Acara ini akan mencakup berbagai rangkaian upacara adat Batak, termasuk penyampaian kata sambutan, doa bersama, serta ritual penghormatan kepada leluhur.
Tak hanya peresmian tugu, panitia juga tengah mempersiapkan penerbitan buku sejarah mengenai pembangunan tugu ini. Buku tersebut akan terdiri dari empat bab utama, mulai dari perencanaan awal, peletakan batu pertama, proses pembangunan, hingga peresmian. Panitia berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi generasi mendatang.
Pastor Walden dan tim dokumentasi dari DPP Purasitabor Indonesia telah mengumpulkan berbagai foto dan dokumen penting terkait pembangunan tugu. Sebelum dicetak, buku ini akan dipublikasikan terlebih dahulu untuk menerima masukan dari berbagai pihak agar isinya semakin kaya dan akurat.
Dalam rapat panitia terbaru, beberapa saran juga diajukan terkait konsep acara, termasuk bagaimana upacara adat akan berlangsung dan siapa saja tokoh yang akan berperan dalam seremoni tersebut. Ada harapan besar bahwa acara ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan.
Di berbagai daerah, anggota keluarga besar Sitanggang turut menyatakan komitmennya untuk menghadiri acara ini. Beberapa menyampaikan harapan agar acara ini dapat menjadi momentum untuk mengenang dan memperkuat identitas budaya Batak di tengah modernisasi.
Selain itu, panitia juga terus menggalang dukungan agar acara ini terselenggara dengan sukses. Melalui komunikasi yang intensif, mereka berharap dapat menarik lebih banyak partisipasi dari keturunan Raja Sitanggang yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam pesan terakhirnya, Tumpal Sitanggang menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam mewujudkan peresmian ini. "Unang alani siadongan," ujarnya, mengingatkan agar tidak ada perpecahan dalam keluarga besar ini.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, diharapkan peresmian Tugu Raja Sitanggang dapat menjadi perayaan budaya yang monumental dan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus. Horas!
.jpg)
0 Comments
Terimakasih