Pada pagi hari, Pdt. Timbul Sitanggang turut membagikan renungan rohani yang mengingatkan tentang kasih Tuhan yang terus berkesinambungan dalam kehidupan umat-Nya. Ia menekankan pentingnya bertanya kepada orang tua tentang sejarah kehidupan agar semakin memahami betapa besarnya kasih Tuhan dalam perjalanan hidup manusia.
Sementara itu, semangat kebersamaan juga tercermin dalam dukungan finansial yang terus mengalir untuk penyelesaian proyek pembangunan tugu. Laporan dari Ir. Jonni Sitanggang dari Medan menyebutkan bahwa telah masuk donasi sebesar Rp10.000.000 dari keluarga Sitanggang Bandung melalui Op Tupado Sitanggang. Tak lama kemudian, donasi tambahan sebesar Rp1.000.000 datang dari Poltak Sitanggang dan Br. Sihombing di Pematang Siantar.
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai keluarga dan komunitas Sitanggang dari berbagai daerah turut menyumbangkan dana spontanitas. Di antaranya, Op. Yosafat Sitanggang dan Br. Lumbantobing dari Siborong-borong menyumbang Rp200.000, DPW Purasitabor Sumbar mengirim Rp1.220.000, serta Abner Sitanggang dan Br. Purba dari Pematang Siantar menambah Rp585.000 untuk mendukung kelancaran proyek.
Selain itu, komunitas Sitanggang di Lampung juga turut ambil bagian. M. Sitanggang dan Br. Simanjuntak dari Tulang Bawang Barat, Lampung, memberikan donasi sebesar Rp300.000. Partisipasi dari berbagai pihak ini menunjukkan betapa eratnya tali persaudaraan yang terjalin dalam komunitas ini.
Di tengah proses pembangunan tugu, kegiatan keagamaan dan sosial tetap menjadi bagian penting dari kehidupan komunitas. Kamiden Sitanggang dari Jakarta membagikan renungan harian melalui platform YouTube, mengajak seluruh anggota untuk semakin memperkuat iman dan memperdalam pemahaman akan Firman Tuhan.
Sementara itu, Bernhard Sitanggang dari Semarang turut mengingatkan bahwa perkataan memiliki dampak besar dalam kehidupan. Ia berpesan agar setiap anggota komunitas selalu berkata jujur dan memberikan semangat kepada sesama.
Pada 2 November 2024, suasana sukacita juga hadir dalam acara pesta adat pernikahan antara Sitanggang dan Br. Parhusip yang digelar di Graha Delima, Bekasi. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Purasitabor Jabodetabek, M. Sitanggang (A. Boy), bersama penasehat dan pengurus komunitas. Dokumentasi acara ini dibagikan oleh beberapa anggota di grup WhatsApp sebagai bentuk apresiasi terhadap kebersamaan dalam komunitas.
Di sisi lain, laporan keuangan pembangunan tugu terus diperbarui secara transparan. Pada 2 November 2024, dana tambahan sebesar Rp1.220.000 masuk dari punguan Sitanggang di Sumatera Barat. Pada hari yang sama, donasi Rp585.000 diberikan oleh Pak Obrin Sitanggang dari Pematang Siantar melalui pembelian jas dan stola.
Tanggal 3 November 2024, Pdt. Timbul Sitanggang kembali membagikan renungan Minggu, yang kali ini membahas tentang seorang ahli Taurat yang rendah hati dan membuka diri terhadap kebenaran yang diajarkan oleh Yesus. Pesan ini direspons positif oleh banyak anggota komunitas yang menyampaikan amin dan ucapan syukur.
Hari-hari berikutnya, partisipasi komunitas dalam proyek pembangunan dan kegiatan sosial terus berlangsung. Diskusi-diskusi mengenai sejarah dan kebudayaan Sitanggang juga turut menjadi bagian dari interaksi harian dalam grup WhatsApp. Selain itu, informasi mengenai acara keluarga dan pertemuan komunitas terus diperbarui agar semakin banyak anggota yang dapat berpartisipasi aktif.
Dengan semakin dekatnya penyelesaian Tugu Raja Sitanggang, komunitas ini semakin membuktikan bahwa kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi nilai utama dalam menjaga warisan leluhur. Harapan besar agar tugu ini nantinya menjadi simbol persatuan dan pengingat bagi generasi mendatang akan pentingnya menjaga adat dan budaya Batak.
Dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan, seluruh keluarga besar Raja Sitanggang terus berdoa dan bekerja sama agar proyek ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Horas!
0 Comments
Terimakasih