Peresmian Tugu dan Ruma Parsantian Raja Sitanggang Semakin Dekat, Persiapan Dimatangkan


Persiapan peresmian Tugu dan Ruma Parsantian Raja Sitanggang semakin matang seiring dengan koordinasi intensif yang dilakukan oleh panitia serta pengurus pusat. Acara ini menjadi momen bersejarah bagi pomparan (keturunan) Raja Sitanggang yang tersebar di berbagai daerah.

Pastor Nelson Sitanggang, OFMCap., salah satu tokoh yang aktif dalam persiapan ini, menyampaikan rasa syukurnya atas kemajuan pembangunan. “Kita pantas bersyukur sebab Tuhan menyertai dan memberkati kita. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita sungguh kita wujudkan,” ungkapnya dalam salah satu pesan grup WhatsApp Punguan Raja Sitanggang.

Pembangunan tugu dan rumah parsantian ini mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam komunitas Sitanggang. Pastor Nelson menegaskan bahwa proyek ini lahir dari kerinduan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan serta menjaga warisan leluhur.

Acara peresmian yang dijadwalkan dalam waktu dekat akan diawali dengan “sungkun sajabu,” sebuah tradisi Batak yang menandai diskusi dan pengambilan keputusan penting sebelum acara besar dilangsungkan. Panitia peresmian dan panitia pembangunan telah mengadakan rapat untuk mematangkan rencana ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, pesan-pesan dari pengurus dan panitia kerap muncul di grup WhatsApp untuk mengajak seluruh pomparan Raja Sitanggang berpartisipasi dalam persiapan ini. Salah satu pesan menegaskan bahwa kehadiran, doa, serta donasi dari semua pihak sangat dibutuhkan demi kelancaran acara.

“Apapun dan berapapun yang kita sumbangkan pasti akan menolong panitia. Mari saling mendoakan, menyapa, dan menyemangati dalam kasih Tuhan,” lanjut Pastor Nelson dalam pesan grup.

Ketua panitia pembangunan, Prof. Juang Sitanggang, turut menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong yang telah ditunjukkan oleh seluruh keturunan Raja Sitanggang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi serta mempererat hubungan antara sesama pomparan.

Selain itu, pengurus pusat dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah juga turut serta dalam rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini. Mereka berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kekeluargaan.

Di sisi lain, beberapa anggota grup WhatsApp mengungkapkan antusiasme mereka terhadap peresmian tugu ini. Salah satu anggota grup, St. Drs. Saut Sitanggang dari Medan, memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran acara ini dengan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia.

Adapun beberapa tokoh adat juga diundang untuk memberikan masukan mengenai prosesi adat yang akan dilakukan saat peresmian. Mereka akan memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai leluhur.

Panitia berharap, peresmian ini tidak hanya menjadi simbol sejarah bagi pomparan Raja Sitanggang, tetapi juga menjadi tempat bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami lebih dalam tentang asal-usul mereka.

Tak hanya dalam lingkup keluarga besar Sitanggang, peresmian ini juga mendapat perhatian dari masyarakat luas. Banyak pihak yang melihat pembangunan tugu ini sebagai bentuk pelestarian budaya Batak yang harus terus dijaga.

Sementara itu, berbagai persiapan teknis juga terus dikebut, mulai dari infrastruktur hingga penyusunan agenda acara. Beberapa panitia di Bonapasogit (kampung halaman) telah bekerja keras untuk memastikan setiap detail acara terselenggara dengan baik.

Menjelang hari peresmian, panitia kembali mengimbau seluruh keturunan Raja Sitanggang untuk turut hadir dan mengambil bagian dalam acara ini. “Kita semua adalah bagian dari sejarah ini. Mari kita bersama-sama menyukseskannya,” tutup salah satu pesan yang disampaikan dalam grup WhatsApp.

Dengan semakin dekatnya hari peresmian, diharapkan acara ini dapat menjadi momentum besar yang tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Post a Comment

0 Comments