Peresmian Tugu Raja Sitanggang: Momen Bersejarah Pemersatu Keturunan


Pangururan - Sebuah peristiwa bersejarah bagi keturunan Raja Sitanggang telah berlangsung dengan sukses dan penuh hikmat. Acara peresmian tugu Raja Sitanggang menjadi simbol pemersatu bagi keluarga besar marga Sitanggang yang tersebar di berbagai daerah.

Peresmian yang berlangsung di kawasan Aek Rangat, Pangururan, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, serta para pemimpin dan anggota punguan (perkumpulan) marga Sitanggang dari berbagai daerah. Acara ini diawali dengan ibadah syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas terselenggaranya kegiatan yang telah lama dinantikan.

Dalam khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Timbul Sitanggang, M.Th, ditekankan bahwa setiap manusia selalu ingin terlihat kuat dan berdaya. Namun, di atas segala kekuatan manusia, hanya Tuhan yang menjadi sumber kekuatan sejati. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menyerahkan diri kepada Tuhan sebagaimana yang dilakukan oleh Daud dalam Mazmur 118:14.

Acara peresmian ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antaranggota keluarga besar marga Sitanggang. Berbagai kegiatan dilakukan, termasuk doa bersama, sambutan dari tokoh-tokoh marga, serta pembacaan sejarah singkat Raja Sitanggang yang menjadi cikal bakal keturunan mereka.

Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas partisipasi serta dukungan dari berbagai pihak dalam menyukseskan acara ini. Beberapa tantangan sempat dihadapi, termasuk masalah pendanaan dan koordinasi, namun semangat kebersamaan berhasil mengatasi segala kendala.

Dalam sambutannya, Tumpal Sitanggang menyampaikan harapannya agar tugu ini tidak hanya menjadi monumen fisik, tetapi juga sebagai pengingat bagi generasi mendatang tentang pentingnya menjaga dan menghormati warisan leluhur.

Prosesi peresmian diawali dengan pemotongan pita oleh perwakilan keluarga dan tokoh adat, diiringi dengan ritual adat Batak yang sarat makna. Suasana menjadi haru ketika doa dan harapan disampaikan untuk keberlanjutan kebersamaan keluarga besar Sitanggang.

Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan jamuan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan. Momen ini dimanfaatkan oleh para hadirin untuk berbincang, berbagi cerita, serta mempererat tali persaudaraan.

Banyak anggota punguan yang tidak dapat hadir secara langsung tetap menunjukkan dukungan dan doa mereka melalui pesan di grup komunikasi keluarga besar. Ungkapan syukur dan doa agar acara berjalan lancar terus mengalir dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan ini, Ir. Buchtiar Sitanggang dan Drs. Unggul Sitanggang, M.Si, turut memberikan apresiasi atas kerja keras panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Mereka berharap acara seperti ini bisa terus diadakan untuk menjaga kekompakan dan kebanggaan terhadap identitas budaya.

Beberapa dokumentasi berupa foto dan video peresmian juga telah dibagikan di grup keluarga sebagai kenang-kenangan bagi yang tidak dapat hadir. Dokumentasi ini menjadi bukti sejarah bahwa generasi saat ini tetap menghormati dan melestarikan nilai-nilai leluhur.

Peresmian tugu Raja Sitanggang ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh keturunan untuk lebih menghargai asal-usul mereka. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terlihat di acara ini diharapkan terus hidup dalam keseharian keluarga besar marga Sitanggang.

Dengan berdirinya tugu ini, generasi penerus diingatkan untuk tetap menjaga persatuan dan solidaritas. Monumen ini diharapkan menjadi saksi bisu perjalanan panjang sebuah keluarga besar yang terus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Batak.

Sebagai penutup, panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun materi. Mereka berharap agar peristiwa bersejarah ini membawa berkah dan mempererat tali persaudaraan antaranggota keluarga besar Sitanggang.

Post a Comment

0 Comments